Kisah

Alirkan Air untuk Kehidupan Saudara di Penjuru Negeri

Ada yang terbangun di pagi hari bukan untuk sarapan atau berangkat sekolah, tapi untuk menempuh perjalanan satu jam menuruni bukit terjal demi seember air. Itulah kenyataan yang dihadapi ribuan anak dan ibu di Penjuru Negeri, Nusa Tenggara Timur, setiap hari.

Anak-anak pun ikut membantu orang tuanya, mengambil air untuk kebutuhan harian di rumah. Tubuh kecilnya berjuang membawa literan air yang beratnya hampir setengah dari berat badan mereka.

Air yang mereka perjuangkan pun bukan air bersih, melainkan air yang keruh, tak layak minum, yang di ambil langsung dari sungai. Sebagian dari mereka bahkan harus memilih: tetap haus, atau minum air yang bisa membuat sakit.

Satu-satunya sumur berada di masjid desa Noemuke, terlalu jauh bagi sebagian rumah warga. Banyak keluarga terpaksa menggunakan air keruh dari sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Biasanya air sungai diambil sore hari, ditampung semalaman agar kotoran mengendap, baru digunakan keesokan paginya untuk minum dan memasak.

Di ujung negeri yang sumber daya alamnya penuh kekayaan, laut yang terhampar luas di antara gunung-gunung yang menjulang, warganya penuh usaha untuk mendapatkan akses air bersih karena tidak mempunyai akses ke sanitasi yang layak.

Kita bisa membantu mengalirkan air bersih untuk saudara yang ada di Nusa Tenggara Timur. Kita mungkin tinggal di kota, cukup membuka keran, dan air pun mengalir. Tapi bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur, air adalah perjuangan, air adalah kemewahan, air adalah harapan.

Setiap donasi adalah satu langkah kecil yang membawa perubahan besar. Salurkan bantuanmu melalui :

1. Klik ‘sedekah sekarang’

2. Pilih nominal donasi terbaik anda

3. Masukan data dan selesai

Tak hanya bersedekah, #PahlawanKebaikan juga bisa berpartisipasi dengan turut membantu membagikan halaman galang dana ini di sosial media milikmu, agar semakin banyak saudara kita yang membantu dan bersedekah.