Kisah

Krisis dibalik Tenda Pengungsian, Gerak Cepat Bantu Sumatera Utara Pulih

Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara sejak 24 November 2025 telah menimbulkan dampak besar — tercatat setidaknya 43 warga tewas, 81 luka-luka, dan 88 orang masih hilang. (kumparan) Ribuan rumah rusak atau terendam, dan banyak keluarga kini terpaksa mengungsi ke tenda-tenda darurat di berbagai kabupaten/kota. (IDN Times Sumut

Di tengah kondisi genting ini, kebutuhan mendesak bagi para penyintas yang tinggal di tenda pengungsian adalah selimut hangat, pakaian layak pakai, dan air bersih. Tanpa selimut dan pakaian layak, terutama di malam hari, mereka rentan terhadap hawa dingin dan penyakit. Sementara ketiadaan akses air bersih memperbesar resiko kesehatan — terutama bagi anak-anak, lansia, dan keluarga yang telah kehilangan rumah serta peralatan sanitasi.


Sebagai respon cepat terhadap krisis ini, LAZNAS Asar Humanity telah mengerahkan tim kemanusiaan ke lokasi terdampak untuk mendistribusikan paket bantuan prioritas: selimut, pakaian layak pakai, serta air bersih. Kami memastikan bahwa bantuan disalurkan langsung ke pengungsi — bukan hanya sebagai upaya jangka pendek, tetapi untuk menjaga martabat, kenyamanan, dan kesehatan mereka dalam masa darurat ini.

Kami mengajak Anda — para pahlawan kebaikan untuk bergandeng tangan membantu saudara-saudara kita di Sumatera Utara. Melalui LAZNAS Asar Humanity, donasi Anda akan menjadi selimut di malam dingin, air minum di hari kehabisan harapan, dan pakaian bersih bagi mereka yang telah kehilangan segalanya. Mari wujudkan kepedulian nyata sekarang — bantu mereka bertahan dengan layak.