Kisah

Rela Tak Digaji Demi Cetak Generasi Bangsa Yang Cerdas

Apa jadinya anak-anak jika tidak ada seorang guru yang mengajar? sedangkan dengan belajar maka mereka akan menjadi anak-anak yang cerdas yang impact nya pun akan bagus, baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain ke depannya.



Kesadaran itu yang menjadi salah satu landasan seorang guru ngaji difabel yang akrab disapa dengan sebutan Baba Redo berjuang mendirikan TPQ Nurul Falah di Desa Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).



Sejak berdirinya TPQ Nurul Falah hingga kini, sudah banyak qari’ dan qariah dilahirkan dari TPQ ini. Meski Baba Redo harus berjuang sekuat tenaga untuk terus menjalankan operasional TPQ, namun sekuat tenaga Baba Redo berusaha, kekurangan fasilitas di TPQ masih saja dirasakan.



Baba Redo merupakan salah satu potret pejuang pendidikan yang masih terus berusaha demi pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi para muridnya. Meski kondisi fisik Baba Redo tidaklah sama seperti guru-guru lainnya, namun Baba Redo terus berusaha dan berjuang demi pendidikan yang lebih baik.



ASAR Humanity menjemput Anda untuk membersamai para guru dhuafa yang memperjuangkan pendidikan dengan mengirimkan beaguru, paket pangan, ataupun bantuan lainnya yang akan didistribusikan kepada Baba Redo ataupun guru dhuafa lainnya